Mengapa Hobi Saya Ndlosor?

Siapa sih yang tidak punya hobi ? Mungkin hampir semua orang memilikinya, walaupun mungkin tidak sadar kalau itu hobi.

Apa itu hobi ? Gampangnya hobi itu adalah suatu kegiatan yang kita menyukainya saat menjalankannya, bahkan walaupun harus bayar sekalipun. Misalnya, hobi baru saya, jadi tukang ‘ndlosor’ atau ‘nyemak’ alias fotografi makro, yaitu memotret obyek secara dekat sehingga mendapatkan detailnya.

Contoh Fotografi Makro (Macro Fotografi)
Contoh Fotografi Makro
diambil dari www.instagram.com/isparmophotos

Saya memulai jadi tukang ndlosor belum lama, baru mulai sekitar April 2018. Walaupun sebenarnya, saya sudah memiliki kamera Canon 550D sejak 2013. Tapi kamera tersebut saya pakai kalau pas sedang tamasya saja bareng keluarga, paling setahun dua atau tiga kali saja dipakainya.

Saya sangat menikmati hobi ndlosor ini, minimal seminggu sekali tiap hari Ahad pagi jam 7 s/d jam 10 saya bisa mendapatkan minimal 100 foto makro, terutama foto serangga. Dari 100 foto itu hanya sekitar 10-15 persen saja yang layak ditayangkan, sisanya berupa foto yang tidak focus (blur), terpotong, cahayanya terlalu terang atau malah terlalu gelap.

Mengapa saya bisa begitu menikmati ndlosor ini ? Padahal, untuk melakukan ndlosor ini saya harus cari serangga di semak-semak, resikonya gatel kena ulat, kena duri, ketemu ular, panas kena cahaya matahari dll. Bahkan terkadang harus memfoto dalama keadaan tiarap karena serangganya berada di semak yang rendah (inilah mengapa disebut ‘ndlosor’).

Makro Fotografi disebut juga aktifitas ndlosor
Ndlosor alias Makro Fotografi

Alasannya kenapa saya bisa menikmati habi ndlosor ini adalah :

Pertama, saya mengamalkan isi Al Quran. Di dalam Quran Allah menyebutkan bahwa terdapat tanda-tanda kebesaran Allah dalam segala ciptaan Nya. Dalam QS Al Baqoroh ayat 164 Allah berfirman :

“……Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Nah, serangga dan hewan-hewan kecil lainnya adalah makhluk-makhuk yang sering diabaikan oleh manusia, malah mungkin dianggap menggaggu. Padahal kalau kita foto dari jarak yang sangat dekat, sehingga mendapatkan detailnya, bahkan lalat, yang kita anggap hewan menjijkan, bisa terlihat keindahannya.

Lalat difoto secara Makro

Kedua, mendapat banyak teman-teman baru. Sebab ternyata, ada komunitas fotografer makro hampir di setiap kota di Indonesia. Komunitas ini secara aktif mengadakan hunting foto bareng pada lokasi-lokasi semak yang berbeda-beda. Kalau sudah ketemu teman-teman yang sehobi ini, dipastikan ndlosor makin menyenangkan, makin semangat, dan bisa nambah ilmu atau teknik foto yang baru.

Ketiga, saya bisa sekalian olah raga, sebab hobi ndlosor ini mengandung unsur-unsur kesehatan, seperti : mendapatkan sinar matahari pagi, menghirup udara segar, dan olahraga jalan kaki.

Makro Fotografi juga menyehatkan karena bisa mendapatkan udara bersih di tengah-tengah rimbunnya semak-semak
Makro Fotografi Menyehatkan di Tengah Semak-semak

Keempat, ternyata hobi ndlosor ini bisa menghasilkan dolar. Tentu saja hal ini membuat para tukang ndlosor makin semangat tho. Cara mendapatkan dolar ini adalah, dengan mengupload foto ke ShutterStock. Jika foto kita di download (dibeli) maka kita akan mendapatkan dolar. Apakah hanya foto makro saja yang berpotensi mendapatkan dolar ? Tentu saja tidak. Foto apapun bsa diupload ke ShutterStock asal memenuhi syarat-syarat. Menarik kan ?

Anda Insya Allah juga bisa mendapatkan dolar dari foto, walaupun hanya menggukan kamera hape. Sebab Shutterstock tidak membedakan foto yang menggunakan camera dslr, mirrorless atau kamera hape.  

Jika Anda hendak mencoba makro fotografi ini, tidak harus menggunakan kamera dslr atau mirrorless kok, Anda bisa menggunakan kamera hape saja. Tapi harus ditambahkan lensa khusus di depan kamera hape tersebut. Lensa tambahan ini berfungsi agar obyek foto bisa difoto sangat dekat hingga beberapa cm saja, sehingga bisa mendapatkan detailnya. Lensa tambahan ini bisa menggunakan Lensbong yang bisa dibeli di marketplace dalam negri dengan rentang harga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.

Serangga Kepik difoto secara makro
Foto Kepik ini diambil menggunakan hape dan lensbong
Alat untuk fotografi makro, hp dan lensbong
Hape dan Lensbong untuk Makro Fotografi

Makro Fotografi Memaknai Keindahan Makhluk Terabaikan.

Updated: May 5, 2020 — 2:42 pm