Penipuan Dengan Modus Transaksi Pembayaran dan Cek Saldo ATM
September 23, 2011 Sebenarnya penipuan dengan modus transaksi pembayaran melalui transfer dan cek saldo ATM, bukanlah hal baru, tetapi karena saya mengalami sendiri kemarin, hari Kamis, maka jadi sesuatu yang menarik untuk saya ceritakan kepada pembaca sekalian. Modusnya adalah menguras (mungkin menggunakan hipnotis) ATM kita dengan berpura-pura membantu cek saldo setelah sebelumnya berkata kalau sudah melakukan transfer ke rekening kita. Sehari sebelumnya, Rabu, ada seseorang, anggap saja namanya si X, menelepon ke HP. Katanya mau membeli Kopiluwak ke saya, dengan menggunakan no hp 0812 1530 3xxx. Saya tidak curiga sama sekali, karena orangnya sopan dan mengucapkan salam. Dia bilang akan membeli sekian kilo. Kalau di hitung jumlah yang harus dibayar Rp16juta. Singkat cerita keesokan harinya, Kamis, dia minta nomor rekening Mandiri untuk melakukan transfer sebesar Rp16juta tersebut. Saya mulai agak curiga, sebab orang baru kenal, tidak meminta keterangan apapun, kok berani mau transfer ke rekening orang lain. Setelah beberapa jam, sore hari dia menelepon bilang bahwa sudah transfer sebesar Rp16juta dengan mencairkan Giro. Tapi saya belum mendapat notifikasi dari Mandiri melalui sms. Saya bilang uang belum masuk, sudah saya cek menggunakan i-banking. Kata dia, harus di cek menggunakan ATM karena dikirm menggunakan Giro. Aneh. Saya bertambah curiga. Saya bilang ke si X ini, oke kita tunggu 2 jam lagi mungkin karena RTGS antar bank. Dia minta untuk di cek lagi melalui ATM. Saya bilang oke 2 jam lagi saya cek ke ATM. Menjelang magrib, si X ini menelepon kembali dengan beberapa pertanyaan yang semakin membuat curiga :
Print This Post



