April 30, 2008
Print This Post
Kenaikkan harga minyak dunia yang mencapai US$ 119 per barel menyebabkan pemerintah Indonesia kalan kabut. Betapa tidak, dalam APBN harga minyak hanya di patok US$ 95 per barel. Jika dibiarkan kenaikkan ini akan menyebabkan negara kita defisit habis-habisan. Maka salah satu jalan keluar yang akan diambil pemerintah adalah menaikkan harga BBM sebesar 28%. Wow, kenaikkan yang fantastis. Bisa kita prediksi bersama, apa efek dari kenaikkan BBM ini. Yang sudah dipastikan adalah naiknya harga-harga. Sebelum ada kenaikkan harga BBM saja harga-harga sudah naik apalagi jika harga BBM benar-benar dinaikkan. Jika hal ini terjadi maka rakyat lah yang akan main menderita. Sekarang saja sudah sangat menderita, lihat saja berita di media masa, begitu sering terdengar kasus gizi buruk, naiknya angka kriminalitas dengan alasan perut, jeritan korban lumpur Lapindo Sidoarjo, banjir di mana-mana dan masih banyak penderitaan yang jika diungkap disini akan menghabiskan ratusan baris. Jadi kurang menderita apalagi bangsa kita ini.
Tambahan penderitaan akan segera datang lagi rupanya. Baru santer berita rencana keanikkan harga BBM menyusul berita kenaikkan juga, yaitu tarif tol Jasa Marga akan naik sebesar 12%. GILA, mau dibawa kemana bangsa ini. Boro-boro memikirkan pendidikan yang sudah menjadi barang yang sangat mahal, memikirkan urusan perut saja sudah susah setengah mati.
Berita penderitaan juga mencuat dari sisi lain kehidupan ini, yaitu dari sisi lingkungan. Menurut hasil pengamatan dan penelitian Al Gore, mantan wakil presiden AS yang telah malakukan perjalanan penelitian ke hutan hujan amzon, kutub utara dan tempat-tempat yang menjadi benchmarking masalah pemanasan global. Prediksi yang diberikian AlGore dari hasil pengamatannya sungguh mengejutkan, yaitu, daratan-daratan di bumi ini akan tenggelam dalam jangka waktu 50 tahun. Jangka waktu 50 tahun itu sangat pendek, hanya 1 generasi saja. Berarti anak-anak kita akan mengalami penderitaan ini.
Sepertinya sudah saatnya kita mulai banyak berdoa dan beribadah dengan sungguh-sungguh. Mulai menyadari dosa-dosa yang telah kita, manusia, lakukan, dan segera bertaubat. Sebab, jika sudah begitu banyak penderitaan yang menimpa manusia, menunjukkan Allah sudah murka terhadap dosa-dosa yang manusia lakukan. Hanya Dia yang bisa menolong kita, hanya Dia yang bisa menghilangkan penderitaan-penderitaan ini. Marilah kita mulai mendekat kepada Nya, atau penderitaan ini tak akan pernah berakahir walaupun manusia telah mati di muka bumi ini.
Curhat | 1 Comment
April 29, 2008
Print This Post
Technorati Tags:
curhat,
pernikahan
Selain sebagai sarana menyalurkan fitrah hidup atas keinginan seksual dan keinginan mempertahankan keturunan, menikah ternyata mempunyai makna yang demikian luas dan mendalam bagi kehidupan manusia, terutama kehidupan menusia yang menjalaninya. Menikah bisa merubah kehidupan manusia secara drastis jika dibandingkan kehidupan sebelum menikah. Perubahan itu bisa berupa perubahan sifat, pola pikir dan kebiasaan. Perubahan itu juga bisa kearah yang lebih baik atau lebih buruk. Betapa tidak, perpaduan dua insan manusia yang berbeda, baik fisik maupun psikis, akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang baru yang harus dijalani keduanya. Walaupun ada yang mengalami masa pacaran, dalam waktu yang lama, sebelum menikah, tapi masa itu tidak bisa dijadikan pedoman untuk saling mengenal pribadi masing-masing. Bahkan masa pacaran itu bisa jadi penuh dengan kepura-puraan dan kepalsuan, sebab masing-masing insan pada masa pacaran akan mencoba saling memberikan gambaran yang sebaik-baiknya terhadap pasangannya. Sehingga kelemahan dan sifat asli akan ditutup-tutupi sedemikian rupa dengan berbagai macam topeng kepalsuan.
Saat kedua insan manusia menikah, di awal-awal pernikahan adalah saat-saat paling indah, dan lambat laun bisa jadi menjadi saat-saat paling buruk dalam sejarah hidupnya jika kedua insan yang menikah tadi tidak bisa mensikapi perbedaan dengan bijaksana dan tidak bisa memaknai pernikahan dengan hati dan pikiran yang jenih.
Lalu ada makna apa dalam pernikahan itu ?
1. Ibadah
Menikah adalah perintah Allah dan ajaran para Nabi dan Rosul, sehingga melaksanakannya berarti bentuk suatu ketundukkan dan kepatuhan kepada Allah yang bisa mendatangkan pahala jika niatnya ikhlas. Menikah juga memperluas kesempatan untuk beribadah dan mendapatkan pahala yang lebih banyak, karena ketika dua insan menikah maka banyak hal yang kelihatan sepele tetapi ternyata bernilai ibadah. Dan pahalanya pun dilipat gandakan dibandingkan saat seblum menikah. Misalnya hubungan seksual yang dilakukan setelah menikah menjadi bernilai ibadah, tapi jika dilakukan sebelum menikah akan menjadi dosa besar yang hukumannya sangat berat.
2. Sabar
Karena menikah itu mempertemukan dua insan yang berbeda jenis, maka akan banyak pula perbedaan perbedaan yang dijumpai pada diri keduanya. Jika perbedaan itu disikapi dengan egoisme pribadi maka yang akan muncul berikutnya adalah perpecahan. Diperlukan kesabaran yang tak terbatas untuk menghindari perpecahan ini. Kesabarab untuk menerima kenyataan bahwa pasangan kita memiliki kekurangan-kekurangan dan kesabaran untuk tidak bersikap egois dan mempertahankan diri atas sifat dan kebiasaan masing-masing.
3. Saling Membantu
Ketika pernikahan dilaksanakan maka akan melahirkan hak dan kewajiban baru untuk masing-masing insan. Misalnya, suami berkewajiban memberi nafkah untuk anak dan istrinya. Sedangkan istri berkewajiban merawat dan membimbing anak-anak. Apakah hak dan kewajiban suami dan istri ini mempunyai batas yang tegas ? Secara teoritis, iya. Tetapi secara prakteknya tidak sedemikian kaku seperti teori. Masing-masing harus saling membantu jika pasangannya mengalami kesulitan dalam melaksanakan tuga dan kewajibannya. Misalnya, saat suami berusaha memenuhi kebutuhan nafkah anak istrinya belum mampu terpenuhi semua, terutama kebutuhan pokok, maka istri sebaiknya membantu suaminya memenuhi kebutuhan itu, atau minimal tidak menambahi beban pengeluaran dengan menuntut pemenuhan kebutuhan yang bersifat tambahan/tersier.
4. Saling Memahami
Kalau tolong menolong diatas berkaitan dengan perbuatan fisik maka saling memahami berkaitan dengan perasaan. Bahasa lainnya saling berempati. Yaitu seolah-olah ikut merasakan apa yang pasangan kita rasakan. Misalnya, saat istri mengalami menstruasi biasanya menjadi sensitif dan tingkat emosionalnya meningkat, maka sebagai suami harus bisa memahami keadaan istri tersebut dengan tidak ikut-ikutan emosional saat istri sedang uring-uringan. Contoh lain, istri juga harus memahami keadaan cape suami saat baru pulang kerja maka istri harus menyambut dengan keadaan yang menyenangkan bukan sebaliknya.
Kesalahan pemaknaan terhadap pernikahan akan mengakibatkan usia pernikahan tidak berlangsung lama. Ketika pernikahan hanya dimaknai sebagai penyaluran hasrat seks semata maka kebosanan akan segera menghinggapi pasangan ini, sebab semakin bertambah usia kemampuan fisik akan semakin turun dan rupa fisik pun semakin memudar. Di awal pernikahan cinta dan nafsu menjadi landasannya, dan semakin bertambah umur masing-masing pasangan dan umur pernikahan maka seharusnya keikhlasan dan kasih sayang yang menjadi landasannya karena cinta dan nafsu tumbuh berlandaskan keindahan fisik, sedangakn kasih sayang tumbuh berlandaskan kemuliaan hati dan jiwa.
Kesalahan pemaknaan dapat terjadi sebelum pernikahan dilangsungkan sehingga mengakibatkan pernikahan menjadi tertunda atau bahkan tidak terjadi pernikahan. Contoh kasus, ketika seseorang hanya memaknai pernikahan sebagai pelampiasan hasrat seksual saja maka orang bisa saja berpikir kenapa harus menikah kalau cuma untuk melampiaskan hasrat seks, dijalanan juga banyak di jajakan ‘alat’ pemuas hasrat.
Salah satu kesalahan pemaknaan yang juga sering terjadi adalah menganggap pernikahan itu selalu penuh kesenangan dan keindahan saja sehingga saat mengalami cobaan setelah menikah sekian lama menjadi shock dan tertekan. Padahal kalau kita mau melihat sejarah para nabi, seperti yang terjadi pada Nabi Nuh dan Nabi Luth yang mendapat cobaan yang besar saat istri dan anaknya menjadi penentang utama dalam menunaikan tugas kerosulan dari Allah. Apakah Nabi Nuh dan Luth salah memilih calon istri sebelum menikah ? Tidak, istri mereka Allah lah yang memilihkan. Itu semua semata-mata memberikan pelajaran bagi kita bahwa pernikahan itu juga bisa penuh dengan cobaan sebanding dengan tingkat keimanan seseorang.
Kesimpulannya, penting sekali untuk memberi makna pada sebuah pernikahan untuk orang yang akan menikah atau telah menikah agar pernikahan bisa bertahan samapai ajal menjemput. Kesalahan pemberian makna akan berakibat bubarnya pernikahan dalam waktu yang singkat.
Curhat | 6 Comments
April 26, 2008
Print This Post
Saya terkejut ketika membuka Google Analytic yang telah saya pasang di blog saya ini karena saat membuka View Report, Visitors, dan Hostname, terlihat dari report ini bahwa web blog saya ini ada yang menduplikasinya dan sangat mirip hanya berbeda judulnya saja.
Kemudian saya buka di browser alamat yang saya lingkari di atas. Dan ini yang saya lihat :
Mirip sekali dengan blog milik saya bukan ? Hanya judulnya saja yang berbeda : YUSUF Web’s dan tidak memiliki sidebar. Dan ketika saya klik menu Home maka muncul halaman blog ini :
Karena penasaran, siapa yang melakukan maka saya gunakan software Advanced Administratif Tools untuk melakukan investigasi yang terdiri dari : WHOIS dan TRACEROUTE. Inilah yang didapat :
Kesimpulan dari hasil investigasi ini adalah :
-Seseorang yang mengaku bercirikan sebagai yusuf154.blogspot.com inilah yang telah melakukan duplikasi blog www.isparmo.web.id
-Yusuf ini membuat duplikasi web blog saya menggunakan sub domain dari layanan hosting gratis www.dumeh.com yang menggunakan server di www.byethost.com yang gratis pula.
Saya sebenarnya tidak keberatan jika tulisan di blog ini di copy dan disebarkan dengan syarat : tetap mencantumkan sumber asli tulisan dan tidak untuk kepentingan komersial (diperjualbelikan)
Dari investigasi kecil di atas yang bisa diambil pelajaran adalah :
-Google Analytic cukup efektif untuk melakukan analisa secara integral tentang siapa saja yang mengujungi web/blog kita
-Tools WHOIS dan TRACEROUTE juga cukup detail untuk melacak keberadaan pengunjung ke suatu website. Jadi hati-hati bagi para cracker jahat yang suka melakukan deface dan kejahatan internet lainnya karena jejaknya mudah untuk ditelusuri.
Curhat | 5 Comments
April 24, 2008
Print This Post
Technorati Tags: curhat,Tuhan,hubungan,kekal
Saat ini marak orang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah pribadi dan sosial. Masalah pribadi misalnya, bagaimana mengembangkan diri, cara mendapatkan kekayaan, cara meniti karir dengan progresif dll. Sedangkan masalah sosial cara berkomunikasi dengan orang lain, cara menjual, bagaimana berbicara di depan umum, cara mempengaruhi orang lain dll. Bukti dari semua contoh di atas adalah begitu banyaknya seminar, pelatihan workshop dan acara di media massa yang membahas masalah pribadi dan sosial tersebut. Bahkan orang rela mengeluarkan biaya sampai jutaan rupiah untuk mengikutinya. Apa hal ini salah ? Tidak, sama sekali tidak salah saat kita belajar mengenai masalah pribadi dan sosial. Hanya saja kita perlu melihat sisi lain yang sering diabaikkan orang.
Hubungan yang terjadi pada permasalahan-permasalahn pribadi dan sosial adalah hubungan terhadap sesama manusia. Hubungan ini sifatnya sementara, paling lama hubungan itu akan berlangsung selama manusia hidup saja, berapa lama ? 10 tahun?, 50 tahun ? 100 tahun ? Ada batas waktunya. Sekarang mari kita lihat sis lain bentuk hubungan yang sering diabaikan manusia. Yaitu hubungan dengan Tuhan Allah. Seberapa kita merasa dekat dengan Sang Pencipta? Sudah sejauh mana hubungan yang terjadi antara kita dengan Dia ? Apa hanya sekedar hubungan formal ibadah saja, yaitu kita menyembah, melakuakn ibadah formal, setelah itu selesai, hanya sekedar gugur kewajiban. Misalnya seorang muslim, hanya sekedar sholat, puasa, zakat, naik haji, itu saja ? Lalu sejauh mana bentuk keterikatan hati kita dengan Sang Pencipta ? Kemana kita curhat saat kita butuh berbagi beban dan masalah ? Kemana kita meminta bantuan dan pertolongan untuk yang pertama kalinya saat kita mendapatkan kesulitan ? Seharusnya jawabannya kepada Allah. Hanya bersandar kepada Sang Pencipta, Sang Pemberi Pertolongan, manusia bisa hidup tenang, ikhlas dan sabar. Jika sandaran kita adalah sesama manusia, maka kita akan sering kecewa. Sebab umur manusia terbatas, hati manusia sering berubah, tidak ada yang konsisiten pada diri manusia. Kalau hari ini menjadi teman, sahabat atau keluarga yang kita cintai, bisa jadi besok menjadi musuh yang kita benci. Coba baca kisah keluarga Nabi Nuh, Nabi Luth dan Nabi Ibrahim. Keluarga mereka justru menjadi penentang pertama tugas kewajiban sebagai pembawa risalah, sebagai pembawa kebenaran dari Allah. Bahkan kemudian Allah memberikan azab dan siksaan atas pembangkangan yang mereka lakukan terhadap suami mereka para Nabi yang mulia tersebut yang secara langsung berarti menentang Allah juga. Kisah para Nabi itu membuktikan bahwa hubungan yang terjadi antara sesama manusia itu hanya bersifat sementara saja.
Baca lebih lanjut…
Curhat | No Comments
April 21, 2008
Print This Post
Technorati Tags: curhat,bahagia,kebahagiaan
Kehidupan di dunia ini tidak pernah statis, ia selalu berubah. Allah terus mempergilirkan fase kehidupan. Seperti roda mobil yang bergerak di atas jalan, maka tidak ada sisi/bagian yang tetap, ia berubah posisi secara vertikal maupun horisontal (hal ini saya sebut hukum roda bergulir). Maka menjadi hal yang wajar, normal, alami ketika keadaan manusia juga mirip seperti roda mobil tersebut. Manusia akan mengalami saat menang/kalah, senang/susah, berhasil/gagal secara bergantian. Biasanya manusia hampir selalu merencanakan mendapatkan kemenangan/kesenangan/keberhasilan sedangkan kekalahan/kesusahan/kegagalan tidak pernah diharapkannya. Padahal betapapun manusia mencoba menghindar dari hal yang tidak diinginkan tersebut ia akan tetap merasakannya karena ‘hukum roda bergulir’ berlaku untuk kehidupan manusia di dunia fana ini. Lalu apa benang merah yang bisa ditarik dari pergiliran dua hal yang bertolak belakang (menang/kalah, senang/susah, sukses/gagal) tersebut ? Untuk menjawabnya kita harus tahu apa tujuan manusia hidup itu ? Menurut saya tujuan manusia hidup adalah untuk beribadah kepada Allah dan untuk mencari kebahagiaan. Mengapa beribadah kepada Allah ? Sebab hanya Dia yang bisa memberikan kebahagiaan dan bukan kehidupan dunia yang memberikan kebahagiaan. Bahagia itu adanya di hati dan hanya manusia yang bersangkutan yang mengetahuinya. Menurut Anda, apakah orang yang mempunyai harta yang berlimpah, istri yang cantik, mobil yang bagus itu hidup dalam kebahagiaan ? Belum tentu. Apakah karyawan yang gajinya tinggi juga identik dengan karyawan yang bahagia. Belum tentu juga. Dan begitu juga sebaliknya, apakah orang yang hidup pas-pasan, orang yang di mata kita kelihatan hidup menderita (dari segi harta) identik dengan ketidakbahagiaan ? Jawabannya belum tentu juga.
Baca lebih lanjut…
Curhat | No Comments
April 16, 2008
Print This Post
Technorati Tags:
curhat,
artikel
Saat ini daerah tingkat I Propinsi Jawa Barat sedang mengadakan finalisasi penghitungan suara hasil Pilkada Gubernur 13 April 2008 yang lalu. Berdasarkan quick count, peraih suara terbanyak saat ini adalah pasangan Ahmad Heriyawan-Dede Yusuf (HADE) yang diusung oleh koalisi PKS-PAN. Proses demokrasi yang berlangsung di Jawa Barat itu ternyata ternodai oleh peristiwa pengrusakkan kantor DPD PKS Kabupaten Bandung menggunakan bom molotov oleh orang tak dikenal. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi dasar pengrusakkan itu. Ada yang memperkirakan pengrusakkan itu terjadi sebagai reaksi atas unggulnya jumlah suara yang diperoleh pasangan HADE. Peristiwa serupa terjadi di kota Solo sekitar tahun 1999 yaitu dengan dibakarnya kantor pendopo kota Solo sebagai reaksi atas kalahnya salah satu calon presiden di pemilu 1999.
Kedua peristiwa itu adalah cerminan betapa rendahnya kesadaran demokrasi sebagian masyarakat Indonesia. Demokrasi memang akan memberikan 2 konsekuensi logis dari proses yang dijalankan, yaitu ada pihak yang menang dan ada pihak yang kalah. Seringkali pihak yang kalah tidak mau menerima kekalahannya walaupun proses demokrasi yang terjadi sudah berjalan secara fair dan sesuai aturan yang berlaku. Tetapi rasa kecewa yang berlebihan pada pihak yang kalah dilampiaskan dengan bertindak anarkis.
Perbuatan anarkis sebagai pelampiasan rasa kecewa yang berlebihan adalah cerminan manusia yang tidak siap kalah dalam menghadapi persaingan hidup. Dalam menghadapi kehidupan ini, ketika kita mempersiapkan diri untuk mendapatkan kemenangan (siap menang) maka seharusnya kita juga mempersiapkan diri untuk kalah. Siap kalah artinya saat kita berusaha untuk meraih kesuksesan (kemenangan) dan belum diberi kesempatan mendapatkannya maka dirinya tidak mengkambinghitamkan, tidak menyalahkan kemenangan/kesuksesan orang lain tetapi menginstropeksi diri, mengambil hikmah, mengambil pelajaran atas lepasnya kemenangan/kesuksesan dari dirinya. Mengapa kita harus siap kalah ? Sebab kehidupan ini tidak bersifat tetap/statis tetapi selalu berubah/dinamis. Suatu saat kita sebagai pihak yang menang di saat yang lain sebagai pihak yang kalah. So, menang dan kalah adalah biasa saja tidak usah di dramatisir apalagi kecewa berlebihan, karena jika kecewa berlebihan lambat laun kita akan menyalahkan Tuhan sebagai penentu takdir.
Curhat | No Comments
April 15, 2008
Print This Post

Beberapa waktu lalu saya telah memberika tutorial tentang virtual computer mengunakan VIRTUAL BOX dan MOJOPAC, yang keduanya adalah software gratis (freeware). Kali ini saya juga akan membahas tutorial tentang pembuatan virtual computer, tetapi menggunakan cara yang lebih praktis. Yaitu menggunakan VMWARE PPLAYER. VMWare fungsinya mirip dengan Virtual Box, yaitu untuk membangun Virtual Computer, hanya saja VMWare ini bukan software gratis, harganya cukup mahal yaitu US$ 189. Tapi ada software produksi VMWare Inc, yang bisa kita manfaatkan untuk menjalankan Virtual Computer yang telah dibuat, dan software ini gratis. Software ini adalah VMWARE Player. VMWARE Player berfungsi untuk menjalankan Virtual Computer yang telah dibuat. File Virtual Computer ini biasanya berakhiran .vmx dan dibaut dengan VMWARE.
Lalu bagaimana jika kita belum bisa membuat virtual computer sendiri karena kita tidak mempunyai VMWARE atau karena kita belum bisa membuatnya atau karena kita tidak ada waktu untu melakukannya ? Tenang saja, di internet telah disediakan file-file hasil pembuatan virtual computer. Di sana terdapat beragam virtual computer (berbagai jenis distro Linux) instant yang tinggal dijalankan tanpa harus membuat virtual computer dari awal. Jadi misalnya, kita ingin merasakan bagaimana Operating System Linux itu bekerja, tapi kita belum berkeinginan untuk melakukan instalasi di hardisk komputer. Dan kita ingin bisa menjalankan Linux ini saat kita berada dalam lingkungan Windows ? Apakah mungkin kita melakukan itu semua ? Jawabannya BISA. Dengan menggunakan VMWARE Player yang gratis ini, kita bisa menjalankan virtual computer saat berada dalam lingkungan windows.
Berikut adalah langkah-langkah memanfaatkan VMWARE Player :
Baca lebih lanjut…
Tutorial | 15 Comments