Kenapa Kita Tidak Dekat Dengan Nya ?

Sujud2 Pernahkah kita mengalami atau mengamati kehidupan sepasang anak manusia yang saling mengasihi dan mencintai ? Betapa indahnya bukan ? Atau pernahkah kita mengalami atau mengamati perjuangan seorang laki-laki untuk mendapatkan seorang wanita yang dicintai dan menarik hatinya ? Luar biasa indah kedua keadaan ini. Saat sepasang anak manusia yang saling mencintai menjalani kehidupan kesehariannya yang banyak terlintas di hati mereka adalah bagaimana agar hati dan fisik mereka selalu dekat, segala upaya dilakukan untuk memnuhi kedekatan hati dan fisik. Jangankan sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang menyengsarakan sekalipun akan dilakukan mereka berdua agar kedekatan itu tercapai. Misalnya, saat hubungan mereka tidak disetujui orang tua, ada yang sampai rela minggat bareng dari rumah masing-masing. Padahal, minggat dari rumah tinggal adalah kegiatan yang menyengsarakan apalgi jika tanpa didukung oleh uang yang cukup untuk makan dan tempat tinggal. Tapi mereka berdua dengan rela dan tanpa paksakan, asal mereka bisa tetap dekat dan bersama.

Pelajaran dari episode kehidupan manusai di atas seharusnya bisa diterapkan dalam hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Allah Tuhan kita sebenarnya menghendaki agar manusia bisa selalu dekat dengan Nya. Ada dasar yang mengatakan : Ketika manusia mendekat kepada Allah dengan merangkak maka Allah mendekat kepada manusia dengan berjalan, jika manusia mendekat kepada Allah dengan berjalan maka Allah mendekat kepada manusia dengan berlari (Al Hadist). Dari dasar itu menunjukkan betapa sayangnya Allah kepada manusia. Dia menginginkan agar manusia bisa sealu dekat dengan Nya. Cuma ternyata banyak manusia yang tidak mengerti kehendak Allah itu. Banyak manusia yang gagal dalam kehidupannya karena tidak membangun kedekatan dengan Allah. Kegagalan itu bisa berupa ketidakbahagiaan, stress, ketidaktenangan dan ketidakberkahan hidup. Walaupun hidupnya penuh dengan harta dunia tapi jika mengalami kegagalan tersebut maka tidak ada artinya hidup itu. Manusia sering salah mengartikan sesuatu yang diberikan Allah. Jika sesuatu itu berupa kesenangan/kebaikkan manusia tidak bersyukur dan sering lupa daratan dan sombong. Jika sesuatu itu berupa sesuatu yang tidak menyenangkan manusia berburuk sangka, tidak mau bersabar dan mencaci maki Tuhan Nya. Padahal, baik yang menyenangkan atau tidak menyenangkan merupakan sarana agar manusia bisa selalu dekat dan ingat Tuhannya. Dengan dekat dengan Allah maka hidup menjadi indah, menyenangkan dan berkah. So, kenapa kita tidak mendekat kepada Allah ?

Updated: April 16, 2008 — 8:04 am