Kita Gembira Melihat Penderitaan Orang Lain ?

Pernah melihat acara TV berjudul JAIL di salah satu TV swasta di Jakarta. Acara yang senada dengan JAIL adalah USIL BANGET DEH atau acara JUST FOR LAUGH di televisi luar negri. Ketiga acara ini intinya sama yaitu ‘ngerjain orang’, membuat orang lain ‘menderita’, kaget, marah, takut, dengan sengaja yang kemudian menimbulkan kesan menggelikan/lucu bagi siapa yang melihat kejadian itu.

Penderitaan KehidupanKarena kelucuan/kegelian yang ditimbulkan dari peristiwa ‘ngerjain orang’ inilah kemudian hal ini dijadikan komoditi acara televisi yang bisa dijual.

Menertawakan penderitaan orang lain pada acara televisi tersebut hanya contoh kecil betapa tidak manusiawi nya kita. Betapa tidak, seharusnya kita saling bantu membantu dalam hal kebaikkan, atau minimal kita berempati terhadap kesulitan orang lain, tapi kita malah sebaliknya, malah mentertawakan penderitaan orang, senang melihat orang lain menderita.

Dalam kehidupan yang sesungguhnya, kita sendiri bahkan pernah mengalami, mungkin tidak sampai pada tahap gembira akan penderitaan orang lain, tapi kita tidak senang jika orang lain mendapatkan kegembiraan. Mari kita introspeksi diri kita, bagaimana jika teman atau tetangga kita mempunyai barang baru, mobil baru misalnya, bagaimana perasaan kita ? Ikut senangkah ? atau tidak senang, iri sehingga bisa menimbulkan buruk sangka, “aahh paling mobilnya hasil korupsi” Demikian sangka kita. Perasaan tidak senang, iri dan buruk sangka terhadap orang lain adalah penyakit berbahaya yang berakibat sangat buruk. Akibat buruk ini bisa dirasakan oleh si pengidap penyakit maupun oleh orang lain. Misalnya, jika ada orang yang iri dengki atas kekayaan orang lain, kemudian si dengki ini melakukan segala cara untuk mendapatkan jumlah kekayaan yang sama, maka banyak pihak akan dirugikan dan dikorbankan. Dirinya mungkin dihukum lahir dan batin, keluarganya menanggung malu, orang lain juga hak-haknya ada yang terenggut.

Penyakit hati gembira melihat derita orang lain dan menderita melihat orang lain gembira bisa muncul dalam diri seseorang ketika dirinya ragu atau tidak yakin bahwa Allah sudah memberikan jatah rejeki kepada setiap mahluk yang bernyawa. Allah itu Maha Pemberi dan Maha Adil, jadi tidak mungkin ada mahluk yang tidak kebagian jatah rejeki. Agar keyakinan akan bagian rejeki dari Allah semakin kuat maka dekatkanlah diri kita kepada Allah dengan cara melakukan ibadah-ibadah sunnah selain ibadah-ibadah yang wajib, dengan demikian maka hati kita akan tenang dan tidak terkotori oleh penyakit-penyakit hati.

Save

Save

Save

Save

Save

Updated: March 2, 2017 — 4:04 pm

1 Comment

Comments are closed.